Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
Home » , » Keajaiban Alam dan Budaya Warisan Dunia UNESCO 2013

Keajaiban Alam dan Budaya Warisan Dunia UNESCO 2013

Written By beni makaria on Minggu, 23 Juni 2013 | 08.20

Matahari terbenam di areal persawahan di Distrik Yuanyang, Provinsi Yunnan, China. Komite Warisan Dunia UNESCO, 22 Juni 2013 memutuskan areal persawahan di Yunnan masuk dalam Warisan Dunia. | SHUTTERSTOCK / MUELLEK JOSEF
Gunung Fuji di Jepang, areal sawah kuno bertingkat di China, kota gurun Agadez di Niger, Gunung Etna di Italia, dinobatkan sebagai situs baru warisan Dunia oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dalam pertemuan tahunan, Sabtu, 22 Juni 2013.

Fuji, gunung tertinggi di Jepang (3.776 meter), adalah salah satu tempat wisata yang paling dikenal di negara itu. UNESCO menyebut puncak Gunung Fuji yang tertutup salju telah mengilhami para seniman dan penyair dan menjadi objek ziarah selama berabad-abad.

Komite Warisan Dunia UNESCO dalam dalam sidang tahunan ke-37 di Phnom Penh, mengklasifikasikan sebagai situs warisan budaya. "Kekaguman yang membentuk megah Fujisan dan aktivitas gunung berapi intermiten telah menjadi sumber ilham dan berubah menjadi praktik keagamaan yang menghubungkan Shinto dan Buddha, manusia dan alam," sebut dokumen menjelang sidang.

Paraglider di kawasan Gunung Fuji, Jepang. Komite Warisan Dunia UNESCO, 16 Juni 2013 memutuskan kawasan Gunung Fuji masuk dalam Warisan Dunia alam dan budaya global

Gunung Fuji menginspirasi seniman pada awal abad ke-19 untuk menghasilkan gambar yang melampaui budaya dan membuatnya terkenal di seluruh dunia serta memiliki pengaruh besar pada perkembangan seni rupa Barat.

Fujisan yang terletak sekitar 100 kilometer sebelah barat daya Tokyo, terakhir meletus sekitar 300 tahun yang lalu. Gambar puncaknya menghiasi literatur pariwisata yang diterbitkan di dalam dan luar negeri. Gunung Fuji adalah situs Jepang ke-17 yang akan ditorehkan oleh UNESCO.

UNESCO mengadakan pertemuan tahunan selama 10 hari di Phnom Penh, untuk menimbang dan memutuskan 31 situs ke dalam daftar Warisan Dunia. Komite Warisan Dunia juga menobatkan kota bersejarah Agadez di Niger, yang dipandang sebagai "pintu gerbang ke padang gurun", sebagai situs Warisan Dunia. 

Kota agandez di Niger, 30 Mei 2012. The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menobatkan kota bersejarah Agadez di Niger, sebagai situs Warisan Dunia, 22 Juni 2013

Agadez dibangun abad XV menjadi persimpangan yang luar biasa dalam lalu lintas perdagangan. Kota ini menjadi saksi sejarah awal, terbentuknya pusat budaya trans-Sahara. Kota bersejarah mencakup sebuah masjid dengan menara mengesankan.

Bangunan-bangunan di Agadez dibuat dari batu bata lumpur yang dikeringkan oleh matahari. "Saksi tradisi arsitektur yang luar biasa, mutakhir menggunakan bata lumpur," kata UNESCO dalam dokumen pertemuan.

UNESCO juga menobatkan areal sawah bertingkat Honghe Hani, selatan Provinsi Yunnan, China, sebagai Warisan Dunia yang mencerminkan cara yang luar biasa interaksi dengan lingkungan dimediasi oleh sistem pengelolaan air pertanian terpadu.

"Sawah diukir dari sebuah hutan lebat pada 1.300 tahun lalu oleh orang-orang Hani, lalu menjadi teras irigasi tang menghadap lembah sempit," kata UNESCO dalam dokumen pertemuan. Di beberapa tempat, dapat dilihat sebanyak 3.000 teras dibuat di lereng pegunungan Ailao.

Gunung Etna di Italia, salah satu gunung api teraktif dan ikonik di dunia, pada 21 Juni 2013, dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Klik foto lengkap

Pada Jumat, Gunung Etna di Italia, Bukit Forts Rajasthan di India dan Laut Pasir Namib juga menjadi bagian dari keajaiban alam dan budaya berharga yang dinobatkan sebagai situs Warisan Dunia. AFP
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Tutorial dan Tips Blogging di Blogspot | Resep Masakan | Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2013. Berita Terbaru - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Beny Makaria